Selasa, 21 Desember 2010

long life education in Islam

 
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahirabbil ‘alamin, assalatu wassalamu ‘ala asrafil anbiya i wa ‘ala alihi wasahbihi ajma’in.
Pertama tiada lupa kita haturkan syukut kita kepada Allah Swt yang dengan hidayah, nikmat, karunia-Nya, sehingga penulis dapat melaksanakan tugas dari AAI yaitu membuat makalah dengan tema “ LONG LIFE EDUCATION IN ISLAM ”

Tak lupa kita haturkan salam kepada nabi junjungan kita nabi Allah Muhammad SAW yang atas jasa luar biasa beliau sehingga kita dapat merasakan kelezatan iman dan islam.
Sungguh karunia besar Allah yang diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Apabila dalam penulisan terdapat kesalahan-kesalahan, mohon maaf sebesar-besarnya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
 BAB I
PENDAHULUAN
pendidikan di masa sekarang dinilai sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Karena dengan pendidikan manusia dapat menjaga dan meneruskan kehidupan mereka. Tak terkecuali di dalam Islam. Islam sangat mementingkan masalah tarbiyah (pendidikan). Pertama kali Allah menurunkan wahyu yaitu tentang perintah untuk membaca.
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,( Al ‘Alaq 1)
Dari ayat itu bisa disimpulkan bahwa sebelum mengamalkan sesuatu, kita diharuskan untuk membaca, mempelajari sebelum mengamalkan. Syaikh Ibnu Ruslan dalam hal ini menyatakan: “Siapa saja yang beramal (melaksanakan amal ibadat) tanpa ilmu, maka segala amalnya akan ditolak, yakni tidak diterima”.Sholat tanpa ilmu akan sia-sia. Maka sebelum melakukan sholat, hendaknya mempelajari sholat terlebih dahulu. Islam mewajibkan setiap muslim baik muslimin maupun muslimat untuk bersungguh-sungguh dalam mengeyam pendidikan hingga akhir hayat. Apalagi tentang ilmu agama Islam. Dengan ilmu ini, Allah akan menyelamatkan manusia dari jilatan api neraka.
Belajar adalah cara untuk mendapatkan ilmu. Seperti sabda Nabi ,"Sesungguhnya ilmu itu hanya diperoleh dengan belajar."
Banyak tokoh-tokoh Islam yang mengabdikan hidupnya untuk  belajar untuk memperkaya ilmu hingga ajal menjemput. Ilmu yang didapat berdasar kepada Al Qur’an dan Al hadist
Akan tetapi, bila telah mendapatkan ilmu, maka kewajiban selanjutnya adalah menyampaikannya. Karena sebagai khalifah dibumi, manusia wajib menyeru kepada kebaikan. Mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang munkar.

BAB II
PEMBAHASAN
Pendidikan ( tarbiyah ) adalah sebuah proses dari yang belum tahu menjadi tahu. Proses di mana melibatkan pihak yang diberi tahu, pemberi tahu, dan sesuatu yang diinformasikan. Orang- orang sering membagi pendidikan mejadi 2 sektor, formal dan informal. Menempuh pendidikan melalui system berjenjang ( dari SD, SMP, ke SMA) lalu dilanjutkan ke perguruan tinggi ( D3,S1, S2, S3) merupakan pendidikan melalui sector formal. Sedangkan untuk informal lebih difokuskan kepada jalur-jalur di luar sekolah. Pendidikan di keluarga, di masyarakat, di negara merupakan contoh pendidikan informal. Jika berlandaskan pengertian di atas, maka pendidikan memiliki cakupan yang amat luas. Sehingga tidak bisa dilalui dalam beberapa waktu saja. Proses tersebut memerlukan waktu yang sangat lama. Seakan-akan  waktu hidup didunia tidaklah cukup. Sehingga jargon “long life education” amat cocok dengan keadaan tersebut.
Pendidikan juga bisa diartikan pen-transfer-an ilmu. Sehingga pendidikan erat kaitannya dengan ilmu. Dalam bahasan ini lebih dikhususkan tentang ilmu Islam. Seperti yang tercantum pada pendahuluan, Islam sangat menjunjung ilmu. Karena dengan ilmu, orang akan semakin paham dengan ciptaan Allah. Dengan ilmu pula-lah, orang semakin takut dan tunduk kepada Allah. Rasulullah bersabda“Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya, dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi).ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat.” (HR. Ar-Rabii')
Sebenarnya inti dari ilmu adalah dijadikanya Al Qur’an sebagai pokok dari ilmu. Alqur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Al Qur’an berisikan tentang berita masa lalu, gambaran surge dan neraka, lalu fenomena-fenomena alam yang siap untuk di bahas oleh para ‘alim.
Hukum menuntut Ilmu
Dalam dua pusaka peninggalan Nabi Muhammad SAW, yaitu Al Qur’an dan Al Hadist, terdapat suruhan untuk mewajibkan menuntut ilmu baik untuk muslimin maupun muslimat. Dengan ilmu, kebodohan akan diganti dengan kecerdasan umat. Sehingga predikat umat terbaik yang disematkan oleh Allah kepada hamba-Nya akan terjadi.

  Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia,……….. ( Ali Imran : 110)
Allah memerintahkan untuk tidak hanya maju ke medan perang, tetapi sebagian tetap tinggal untuk memperdalam ilmu.

 “ Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka Telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”.(At Taubah :122)
Perintah menuntut ilmu juga datang dari sabda Nabi.“Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim (baik muslimin maupun muslimah).” (HR. Ibnu Majah)
Jadi sangatlah jelas bahwa hukum menuntut ilmu bagi mukminin adalah wajib. Karena semakin banyak ilmu yang didapat, maka semakin takut dan tunduk kepada sang Pencipta, Allah azza wa jalla.
Menuntut ilmu sebagai Ibadah
Di dalam Islam, menuntut ilmu adalah termasuk ibadah. Allah akan mengganjar pahala bagi orang yang menuntut ilmu seperti orang fisabilillah( berjuang di jalan Allah). Seperti dalam sabda Nabi“Barang siapa yang pergi untuk menuntut ilmu, maka dia telah termasuk golongan sabilillah (orang yang menegakkan agama Allah) hingga ia sampai pulang kembali”. Apabila dalam proses menuntut ilmu Allah memanggilnya, maka dimasukkan ke dalam golongan orang yang mati syahid yang dijanjikan surga oleh Allah swt. Tentunya, ilmu yang diniatkan untuk mencari ridho dari Allah dan ilmu yang dicari termasuk ilmu yang baik dan benar
Derajat orang yang berilmu
Allah akan meninggikan beberapa derajat kepada orang-orang yang mununtut ilmu, baik di dunia maupun di akhirat.
“ Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Mujadillah :11)
Dengan ilmu dan derajat yang ada, muncul kewajiban yaitu wajib menyiarkan ilmu. Khususnya ilmu agama. Karena secara fitrah, manusia ditugaskan dibumi menjadi khalifah salah satunya untuk menyeru kepada kebaikan. Karena Nabi SAW mengancam dalam sabda beliau, “Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu dirahasiakannya maka dia akan datang pada hari kiamat dengan kendali (di mulutnya) dari api neraka.”(HR. Abu Dawud). Ilmu yang tidak diajarkan, tak ubahnya seperti kubangan air yang semakin lama makin keruh. Sebaliknya,  dalam sabda beliau dari Abu Musa, "Perumpamaan apa yang diutuskan Allah kepadaku yakni petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan lebat yang mengenai tanah. Dari tanah itu ada yang gembur yang dapat menerima air, lalu tumbuhlah rerumputan yang banyak. Daripadanya ada yang keras dapat menahan air dan dengannya Allah memberi kemanfaatan kepada manusia lalu mereka minum, menyiram, dan bertani. Air hujan itu mengenai kelompok lain yaitu tanah licin, tidak dapat menahan air dan tidak dapat menumbuhkan rumput. Demikian itu perumpamaan orang yang pandai tentang agama Allah dan apa yang diutuskan kepadaku bermanfaat baginya. Ia pandai dan mengajar. Juga perumpamaan orang yang tidak menghiraukan hal itu, dan ia tidak mau menerima petunjuk Allah yang saya diutus dengannya." .
Jadi jelas bahwa setelah mendapatkan ilmu, maka wajib menyiarkannya. Tentunya ilmu yang baik dan benar, serta diridhoi oleh Allah Swt.

BAB III
PENUTUP

Janganlah ikut berhenti ketika sudah lulus dalam pembelajaran di sekolah atau di kampus, jadikan itu momen untuk memulai sesuatu yang baru, belajar yang baru. Karena hidup masih panjang. Sia-sia kalau tidak memanfaatkan untuk mencari ilmu. Batas mencari ilmu adalah sampai nyawa hilang dari raga.
Bila telah mendapatkan ilmu, mari kita sebarkan. Karena sesuai sabda Nabi, bahwa ada tiga amalan yang masih mengalir walaupun kita sudah mati, salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat.

DAFTAR PUSTAKA
Yusafam blog
1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press
Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press













Tidak ada komentar:

Posting Komentar